Minggu, 18 Maret 2012

PROPOSAL PTK


2011
PROPOSAL PTK
A.Judul

Penerapan metode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang macam-macam gaya dalam pembelajaran IPAkelas IV semester II SD Negeri Plumbon 02 Kecamatan Suruh
B.Bidang kajian
Desain dan strategi Pembelajaran
C. Pendahuluan
A. Latar Belakang MasalahDalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dinyatakan bahwa, “Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPA di SD/MI merupakan standar minimumyang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan” (Depdiknas, 2006:47). PencapaianSK dan KD tersebut pada pembelajaran IPA didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yangdifasilitasi oleh guru dengan berorientasi kepada tujuan kurikuler Mata Pelajaran IPA. Salahsatu tujuan kurikuler pendidikan IPA di Sekolah Dasar adalah “Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan;”(Depdiknas, 2006: 48).Untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA, guru sebagai pengelola langsung pada proses pembelajaran harus memahami karakteristik (hakikat) dari pendidikan IPA sebagaimanadikatakan (Depdiknas, 2006:47), bahwa:Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentangalam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja

tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapatmenjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alamsekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalamkehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPAdiarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu pesertadidik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.Karakteristik pendidikan IPA yang digariskan oleh Departemen Pendidikan Nasionalsejalan dengan pandangan para pakar pendidikan IPA di tingkat Internasional. MenurutTrowbridge & Bybee (1990:48) IPA merupakan perwujudan dari suatu hubungan dinamis yangmencakup tiga faktor utama, yaitu: IPA sebagai suatu proses dan metode (
methods and  processes
); IPA sebagai produk-produk pengetahuan (
body of scientific knowledge
), dan IPAsebagai nilai-nilai (
values
). IPA sebagai proses/metode penyelidikan (
inquiry methods
) meliputicara berpikir, sikap, dan langkah-langkah kegiatan saintis untuk memperoleh produk-produk IPAatau ilmu pengetahuan ilmiah, misalnya observasi, pengukuran, merumuskan dan mengujihipotesis, mengumpulkan data, bereksperimen, dan prediksi. Dalam wacana sepert itu maka IPA bukan sekadar cara bekerja, melihat, dan cara berpikir, melainkan
‘science as a way of knowing’
.Artinya, IPA sebagai proses juga dapat meliputi kecenderungan sikap/tindakan, keingintahuan,kebiasaan berpikir, dan seperangkat prosedur. Sementara nilai-nilai (
values)
IPA berhubungandengan tanggung jawab moral, nilai-nilai sosial, manfaat IPA untuk IPA dan kehidupan nanusia,serta sikap dan tindakan (misalnya, keingintahuan, kejujuran, ketelitian, ketekunan, hati-hati,toleran, hemat, dan pengambilan keputusan).Karakteristik dan pengertian IPA sebagaimana diuraikan di atas secara singkat terangkumdalam pengertian IPA menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk MataPelajaran IPA, bahwa IPA adalah “cara mencari tahu secara sistematis tentang alam semesta”.Dalam proses mencari tahu ini pembelajaran IPA dirancang untuk mengembangkan Kerja Ilmiahdan Sikap Ilmiah siswa. Pengertian tersebut mengandung makna bahwa proses pembelajaran IPAdi Sekolah Dasar menuntut guru mampu menyediakan mengelola pembelajaran IPA dengan

suatu metode dan teknik penunjang yang memungkinkan siswa dapat mengalami seluruh tahapan pembelajaran yang bermuatan keterampilan proses, sikap ilmiah, dan penguasaan konsep.Sementara kenyataan di lapangan, pada mayoritas SD, tuntutan karak-teristik pendidikanIPA sebagaimana diamanatkan oleh KTSP masih jauh dari yang dimaksudkan. ImplementasiKTSP lebih terfokus pada pembenahan jenis-jenis administrasi pembelajaran. Sedangkan dalam pelaksanaan KBM belum menunjukkan perubahan yang sangat berarti. Hal ini disebabkan antaralain, pemberlakukan KTSP belum disertai dengan pelatihan bagi guru-guru bagaimanamengelola pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Selain itu, fasilitas pembelajaran IPA seperti media dan alat peraga, kualitas dan kuantitasnya tidak banyak berubah,yaitu jauh dari memadai.Dari hasil studi pendahuluan di Sekolah Dasar, khususnya di Sekolah Dasar NegeriPlumbon 02 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, para guru menyadari bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA selama ini masih memiliki banyak kelemahan antara lain pembelajaran IPAmasih kurang melibatkan siswa pada aktivitas keterampilan proses atau kerja ilmiah IPA.Kegiatan pembelajaran jarang dalam bentuk kegiatan praktikum, karena alat-alat yangdiperlukan sangat terbatas. Guru kelas sudah berusaha menyediakan alat-alat sederhana sejauhkemampuan. Tetapi karena sangat terbatasnya keterampilan dan waktu yang dimiliki guru(beberapa guru bertindak sebagai guru kelas rangkap), sangat terbatas juga alat yang dapatdisediakan. Untuk menghindarai agar pembelajaran IPA tidak terlalu verbalistik, maka metode pembelajaran yang paling memungkinkan digunakan guru dalam pembelajaran IPA adalahmetode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga.Metode demonstrasi yang digunakan guru dalam pembelajaran IPA di SDN Plumbon 02semula dimaksudkan agar siswa dapat terlibat lebih baik dalam kegiatan pembelajaran. Tetapikenyataannya, pada setiap pembelajaran IPA –khususnya di Kelas IV – belum menghasilkan pembelajaran IPA yang efektif. Pada saat pembelajaran masih banyak siswa yang kurang penuhmemperhatikan demonstrasi. Bahkan tidak sedikit siswa yang masih sempat melakukan kegiatanlain yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembelajaran, misalnya mengobrol denganteman, memain-mainkan sesuatu, mengganggu teman, atau menulis dan membuat coretangambar sesuai dengan keinginannya sendiri.Selain aktivitas siswa pada saat pembelajaran IPA dengan metode demonstrasi tidak efektif, hasil belajar yang dicapai siswa pun pada umumnya belum optimal. Nilai yang diperoleh

siswa dari setiap ulangan siswa rata-rata berkisar antara 5,0 sampai dengan 6,5. Lebih-lebih padasaat ujian akhir semester, nilai ulangan mereka rata-rata kurang dari 6,0. Selain itu, pada saatUjian Sekolah untuk mata uji praktikum IPA, aktifitas dan hasil ujian siswa sangat jauh dari yangdiharapkan. Ini menunjukkan bahwa penggunaan metode pada pembelajaran IPA di Kelas IVSDN Plumbon 02 selain belum efektif dalam hal penggunaan waktu dan aktivitas siswa, juga belum efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran jenis penguasaan konsep. Sehingga guru perlu merubah metode yang lebih menarik siswa dengan menggunakan metode yang lain yaitumetode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga.B. Identifikasi dan Rumusan MasalahSehubungan dengan latar belakang masalah tersebut, maka para guru di SDN Plumbon02 Kecamatan Suruh khususnya guru Kelas IV berhadapan dengan masalah bahwa metodedemonstrasi yang sering digunakan oleh guru belum mampu mengha-silkan pembelajaran IPAyang efektif. Hal itu ditunjukkan oleh kenyataan bahwa waktu belajar siswa dalam kelas masih banyak yang terbuang, kegiatan siswa yang berhubungan dengan keterampilan proses atau kerjailmiah masih sangat rendah, dan hasil belajar penguasaan konsep pun masih belum mencapaistandar keberhasilan yang ditetapkan.Menghadapi kenyataan ini, peneliti sebagai Kepala Sekolah mengajak guru kelas IVuntuk merefleksi dan mengevaluasi aspek-aspek pengalaman dirinya mengelola pembelajaranIPA di kelas IV, khususnya saat menggunakan metode demonstrasi perlu digantikan denganmetode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga. Dari hasil kegiatan refleksitersebut peneliti dan guru kelas IV menyadari bahwa pelaksanaan metode demonstrasi selama inikurang ditunjang oleh wawasan, persiapan, dan alat penunjang yang memadai.Dari hasil identifikasi tersebut peneliti terdorong untuk bermitra dengan guru kelas Vmelakukan kaji tindak tentang perubahan penggunaan metode demonstrasi menjadi metodediscovery dan kerja kelompok ditunjang oleh penggunaan teknik mengajar dan fasilitas pendukung yang kondusif untuk meningkatkan keterampilan proses siswa. Kegiatan kaji tindak ini akan dilakukan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK).a. Perumusan Masalah

Bertolak dari latar belakang masalah tersebut di atas, serta hasil refleksi awal penelitiuntuk menjembatani antara tuntutan kurikulum dengan kondisi objektif di lapangan saat ini,maka peneliti memandang bahwa yang menjadi masalah prioritas adalah perlunya mengelola pembelajaran dengan menggunakan metode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga untuk mengefektifkan pembelajaran IPA di Kelas IV SDN Plumbon 02. Dengan itu pembelajaran IPA di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Plumbon 02 dapat memenuhi standar yangditetapkan KTSP, yaitu mampu mengoptimalkan kadar waktu belajar efektif, mengembangkankerja ilmiah (keterampilan proses), sikap ilmiah, dan pencapaian hasil belajar siswa. Berdasarkanhal itu maka masalah yang menjadi prioritas adalah sebagaimana dinyatakan dalam rumusanumum pertanyaan penelitian:
 Bagaimanakah menggunakan metode discovery dan kerjakelompok serta penggunaan alat peragai untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang macam-macam gaya dalam pembelajaran IPA di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Plumbon 02?
Lebih khusus rumusan masalah penelitian dirinci sebagai berikut.a.Bagaimana perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode discovery dan kerjakelompok serta penggunaan alat peraga pada pembelajaran IPA di Kelas IV Sekolah Dasar  Negeri Plumbon 02 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang ? b.Bagaimana proses pembelajaran dengan menggunakan metode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga pada pembelajaran IPA di Kelas IV Sekolah Dasar NegeriPlumbon 02 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang ?c.Bagaimana peningkatan Keterampilan Proses siswa setelah mengikuti siklus pembelajaranIPA dengan metode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga pada pembelajaran IPA di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Plumbon 02 Kecamatan SuruhKabupaten Semarang ?Masalah penelitian dibatasi dalam hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan metodediscovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga pada pembelajaran IPA di Kelas IVsemester 2 untuk topik Macam-Macam Gaya.C. Pemecahan MasalahPermasalahan tentang bagaimana penggunaan metode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga pada pembelajaran IPA di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Plumbon 02

akan dilaksanakan melalui serangkaian pembelajaran pada topik Macam-Macam Gaya.Pembelajaran tersebut akan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan Penelitian Tindakan Kelas(PTK). Kelas yang akan digunakan adalah Kelas IV, hal ini dilakukan mengingat peneliti bertugas sebagai guru di kelas tersebut sehingga situasi, kondisi, dan keperluan di lapangansudah dikenal dengan baik.Tindakan pemecahan masalah secara garis besar meliputi:1. meningkatkan kemampuan guru merancang teknik dan alat yang dapat menunjang metodediscovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga pada pembelajaran IPA di KelasIV.2. meningkatkan kemampuan guru membuat silabus pembelajaran IPA di Kelas IV denganmenggunakan metode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga.3. meningkatkan kemampuan guru mengelola pembelajaran IPA di Kelas IV denganmenggunakan metode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga.4. meningkatkan waktu efektif belajar siswa pada pembelajaran IPA di Kelas IV melalui penggunaan metode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga.5. meningkatkan kerja ilmiah (keterampilan proses) siswa pada pembelajaran IPA di Kelas IVmelalui penggunaan metode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga.6. meningkatkan hasil belajar penguasaan konsep siswa pada pembelajaran IPA di Kelas IVmelalui penggunaan metode discovery dan kerja kelompok serta penggunaan alat peraga.D. Tujuan PenelitianSasaran utama yang diharapkan sebagai tujuan dari kegiatan Penelitian Tindakan Kelasini adalah meningkatnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA di Kelas IV Sekolah Dasar  Negeri Plumbon 02 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, sehingga dapat memenuhi standar kurikulum khususnya pada topik Macam-Macam Gaya. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1.
Meningkatkan kemampuan guru merancang pembelajaran dalam mengimple-mentasikanmetode discovery dan kerja kelpompok serta penggunaan alat peraga pada pembelajaranIPA topik Macam-Macam Gaya di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Plumbon 02;
2.
Meningkatkan kemampuan guru melaksanakan proses pembelajaran dalammengimplementasikan Macam-Macam di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Plumbon 02;

3.
Meningkatkan efektifitas pembelajaran siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Plumbon02 dalam pembelajaran IPA topik Macam-Macam Gaya setelah implementasi Macam-Macam Gaya metode discovery dan kerja kelompok;
4.
Menindaklanjuti faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan implementasi Macam-macam Gaya metode discovery pada pembelajaran IPA topik Macam-Macam Gaya di KelasIV Sekolah Dasar Negeri Plumbon 02.E. Manfaat PenelitianDilaksanakannya kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat memberikanmanfaat atau kontribusi sebagai berikut:Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:1.Bagi guru
a.
Dapat membantu memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya b.Dapat mengembangkan pembelajaran dalam penggunaan alat peraga.c.Dapat membuat guru lebih percaya dirid.Mendapat kesempatan untuk berperan aktif dalam mengembangkan pengetahuan danketerampilan sendiri.e.Meningkatkan kerjasam antar guruf.Guru memiliki pengetahuan dalam memecahkan masalahg.Meningkatkan kinerja guru2.Bagi siswaa.Meningkatkan motivasi dalam pembelajaran b.Meningkatkan hasil belajar c.Kreatifitas siswa meningkatd.Bisa meningkatkan kerjasama antar siswa3.Bagi sekolaha.Memperbaiki proses dan hasil belajar siswa b.Meningkatkan kualitas sekolahc.Memperluas penggunaan media pembelajarand.Dapat meningkatkan prestasi siswa sehingga prestasi meningkat.

D. Kajian PustakaA. Landasan Teori1 . Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar (SD
)
a. Pengertian IPA ( Ilmu Pengetahuan Alam ).
Pengertian IPA adalah ilmu yang mempelajari tentang alam yang meliputifisika, kimia dan biologi, sehingga dalam belajar IPA bukan hanya menguasahi pengetahuan yang berupa fakta dan konsep atau prinsip saja tetapi juga merupakan proses dalam menemukan suatu konsep.Pembelajaran IPA terutama di SD diharapkan dapat menjadi wahana bagisiswa untuk mempelajari sendiri tentang alam sekitar serta menjadi prospek untuk mengembangkan lebih lanjut dalam penerapan kehidupan sehari hari. Melalui proses pembelajaran yang menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung untuk mengembangkan kompetensi terhadap alam sekitar.Dalam kehidupan sehari hari pelajaran IPA dibutuhkan manusia dalammemecahkan masalah yang dihadapi, untuk itu perlu dilakukan ecara bijaksana agar  berdampak positif terhadap lingkungan. Pelajaran IPA di SD diharapkan dapat memberi pembelajaran yang ditekankan pada sains, lingkungan, tehnologi dan masyarakat jugadiarahkan agar siswa memiliki pengalaman belajar sehingga dapat membuat suatu karyamelalui konsep IPA.
b. Teori Pembelajaran IPA
1.Pendekatan BBM ( Belajar Berbasis Masalah ) adalah pendekatan pelajaran yangmengunakan masalah dunia nyata sebagai kontek bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan ketrampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep dari materi pelajaran. Diharapkan siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang mengintegrasikan ketrampilan dan

konsep dari berbagai materi pelajaran. Pendekatan ini mencakup pengumpulaninformasi yang berkaitan dengan pertanyaan hipotesis dan mempresentasikan penemuan kepada orang lain ( Moffitt, 2001;294)2. Belajar kooperatif ( Cooperative Learning ) menurut Holubec, 2001 bahwa belajar kooperatif memerlukan pendekatan pengajaran melalui penggunaan kelompok kecilsiswa untuk bekerja sama sehingga dapat memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.3. Belajar berbasis Inquiri ( Inquiri Based Learning) bahwa belajar membutuhkanstrategi pengajaran yang mengikuti metode sains dan menyediakan kesempatan agar  pembelajaran lebih bermakna.
c. Metode Pengajaran
1. Metode adalah pelicin jalan pengajaran menuju tujuan (Hasa Mahfud; 55). “Metode harus menunjang tercapainya tujuan pembelajaran”. Dengan demikianguru sebaiknya menggunakan metode yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat di jadikan alat yang efektif untuk mencapai tujuan pengajaran.2.Menurut Sriyono dkk (1997) dalam buku CBSA menyatakan bahwa, ”Meskipun banyak metode yang dapat di gunakan dalam kegiatan belajar mengajar IPA,metode yang paling baik yaitu metode yang sesuai dengan pokok bahasan yangdipelajari (Sriyono, 1988;45).3.Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk lebih termotivasi dalam belajarnya (Udin,S. Winata Putra dkk, 1997;4)
2. Pemanfaatan Pendekatan CTL (ContextualTeaching &Learning
)Contextual Taeching and Learning ( CTL ) dipengaruhi oleh filsafatkonstruktivisme yang berpandangan bahwa hakikat pengetahuan/mempengaruhi konseptentang proses belajar, karena belajar bukanlah sekedar menghafal akan tetapimengonstruksi pengetahuan melalui pengalaman. Pengetahuan bukanlah hasil

“pemberian” dari orang lain seperti guru, akan tetapi hasil dari proses mengkontruksiyang dilakukan setiap individu.Pengertian Pendekatan CTL ( Contextual Teaching & Learning ) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengansituasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalamkehidupan mereka.Dari konsep tersebut, minimal tiga hal yang terkandung di dalamnya1.CTL menekan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan kepada proses pengalaman secara langsung.2.CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yangdipelajari dengan situasi kehidupan nyata, artinya siswa di tuntut untuk dapatmenangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupannyata3.CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkan dalam kehidupan, artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, akantetapi bagai mana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalamkehidupan sehari-hariMateri dalam pelajaran konteks CTL bukan untuk ditumpuk di otak dan kemudiandi lupakan akan tetapi segala bekal mereka dalam mengarungi kehidupan nyata.Sehubungan dengan hal tersebut, terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL seperti di jelaskan oleh Dr. WinaSanjaya M.Pd. ( 2005:110), sebagai berikut:1.Pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada( activtinging knowledge) artinya apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari dengan demikian pengetahuan yang akan di peroleh siswa adalah pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan satu samalain2.Pembelajaran kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge) . Pengetahuan baru itu di peroleh dengan

cara deduktif, artinya pembelajaran di mulai dengan mempelajari secarakeseluruhan, kemudian memperhatikan detailnya.3.Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge), artinya pengetahuan yangdiperoleh bukan untuk dihafal tapi untuk di pahami dan diyakini, misalnya dengancara meminta tanggapan dari yang lain tentang pengetahuan yang diperolehnya dan berdasarkan tanggapan tersebut baru pengetahuan itu di kembangkan.4.Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut ( applying knowledge),artinya pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat di aplikasikandalam kehidupan siswa, sehingga tampak perubahan perilaku siswa.5.Melakukan refleksi ( reflecting knowledge), terhadap strategi pengembangan pengetahuan. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan atau penyempurnaan strategi.Dari asumsi dan latar belakang yang mendasarinya, maka terdapat beberapa halyang harus di pahami tentang belajar konteks CTL menurut Sanjaya (2005:114) antaralain :1. Belajar bukanlah menghafal, akan tetapi proses mengonstruksi pengetahuan sesuai degan pengalaman yang mereka miliki.2. Belajar bukan sekedar mengumpulkan fakta yang lepas-lepas.3. Belajar adalah proses pemecahan masalah, sebab denganmemecahkan masalah anak akan berkembang secara utuh yang bukan hanya perkembangan intelektual akan tetapi juga mentaldan emosi.4. Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembangsecara bertahap dari sederhana menuju yang kompleks.5. Belajar pada hakikatnya adalah menangkap pengetahuan dari \kenyataan.Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA kompetensidasar “ gaya dapat mengubah gerak suatu benda “ dengan materi pokok macam-macamgaya siswa kelas IV semester II di SDN Plumbon 02 Kecamatan Suruh Kabupaten

Semarang tahun pelajaran 2010 / 2011. adalah suatu pendekatan pembelajaran yangmenekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukanmateri yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata sehinggamendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.Pendekatan CTL mempunyai 7 komponen sebagai berikut :
1.
Konstruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan barudalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman.2.Inquiri adalah proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berfikir secara sistematis.3.Bertanya ( Questioning ). Belajar pada hakekatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan.4.Masyarakat belajar ( Learning Community ) dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar 5.Pemodelan ( Modeling ) adalah proses pembelajaran dengan menggunakan sesuatucontoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa.6.Refleksi ( Reflection ) adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajariyang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya.7.Penilaian nyata ( Authentic Assesment ) adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa.
3. Action.
Sesuai dengan KTSP tahun 2007 tentang pembelajaran dalam IPA kelas IVsemester II, maka penulis mengangkat:1. a.Guru menentukan model CTL ( Contextual Teaching & Learning ) denganmateri pokok macam-macam gaya. b.Guru memberi motivasi siswa dengan menyampaikan tujuan pembelajaran2.a.Guru menyiapkan benda-benda: katapel, kelereng, batu, plestisin, bola, dosgreb bola, dosgreb.

 b.Guru menjelaskan macam-macam gaya.3.a.Siswa melakukan perintah dari guru, dan siswa yang lainmenjawab pertanyaan-pertanyaan misal :1. Coba bukalah pintu jendela !2. Didorong atau di tarikkah membuka jendela tersebut?3. Coba tutuplah pintu jendela itu !4. Di dorong atau di tarikkah menutup pintu jendelatersebut ? b.Dengan bimbingan guru anak mencari contoh-contoh benda yang bisa di tarik atau di dorong di sekitar lingkungan kita.4. a. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.b. Guru membagi benda-benda di tiap kelompok.Misal: katapel, kelereng, batu, plestisin, bola, dosgreb.5.a. Guru mengajak siswa mendemonstrasikan tarikan atau dorongan.b. Salah satu kelompok di tunjuk guru melakukan demonstrasi di depan kelasMisal: gaya gesek, gaya pegas, gaya gravitasi, gaya otot, gaya magnet.c. Guru mendemonstrasikan besar kecilnya gaya.6.Dengan bimbingan guru siswa membuat ke simpulan7. Siswa mengerjakan tugas dari guru berupa tes hasil belajar.
E. Kerangka Teori
Berdasarkan landasan teori tersebut diatas maka dapat diambil pokok-pokok pikiransebagai berikut bahwa pelajaran IPA di SD adalah merupakan pelajaran yang bermakna jikasiswa mengalami sendiri apa yang dipelajarinya bukan mengetahuinya. Pelajaran IPA di SDakan lebih berhasil bila memanfaatkan media pembelajaran yang tepat. Pendekatan CTLmerupakan salah satu media pembelajaran yang akan berpengaruh baik terhadap pencapaianhasil belajar siswa

F. Hipotesis Tindakan
.Kesimpulan sementara atau hipotesis berdasarkan landasan teori dan kerangka teoriyang telah diuraikan diatas sebagai berikut :“
 Pendekatan CTL ( Contextual Teaching & Learning ) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA, kompetensi dasar gaya dapat mengubah gerak  suatu benda, materi pokok macam-macam gaya siswa kelas IV semester II di SD Negeri  Plumbon 02, Kecamatan Suruh , Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2010 / 2011.
E. PELAKSANAAN PENELITIANA. SUBJEK PENELITIAN1.Lokasi Dan Waktu
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Plumbon 02. UPTD PendidikanKecamatan Suruh, Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2010/2011.Pelaksanaannya dilakukan dalam dua tahap, yaitu :
a.
Siklus I dilaksanakan pada hari Jumat, 18 Februari 2011
b.
Siklus II dilaksanakan pada hari Jumat, 25 Februari 2011Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran dengan pola PTK ini dibantu olehteman sejawat dan mendapat dukungan dari Kepala Sekolah.
2. Mata Pelajaran dan Kelas
Perbaikan pembelajaran dilaksanakan pada mata pelajaran Ilmu PengetahuanAlam dengan materi “Macam-macam gaya” melalui demonstrasi model pembelajaranCTL ( Contextual Teaching and Learning ) pada kelas IV semester II Sekolah Dasar  Negeri Plumbon 02, UPTD Pendidikan Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2010/2011
3. Karakteristik Siswa
a.Sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu dan berpendidikan rendah

 b.Motivasi dalam belajar rendah.c.Sebagian orang tua bekerja di pabrik sehingga kurang mendapat perhatian.
d.
Jarak Sekolah dengan tempat tinggal siswa cukup jauh sehingga sampai di sekolahanak sudah lelah.
B. DESKRIPSI PER SIKLUS1.Siklus I
Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, peneliti mencoba melaksanakan PenelitianTindakan Kelas (PTK).Pada penelitian ini terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/pengumpulan data atau instrument dan refleksi.
a. Rencana
1. Pada tahap identifikasi masalah dan perumusan masalah peneliti bekerja dengan temansejawat dan supervisor untuk mengungkap dan memperjelas permasalahan yang peneliti hadapi untuk dijadikan jalan pemecahan yang tepat.2.Merancang pembelajaran dengan menitikberatkan pada penggunaan metodedemonstrasi3. Menyiapkan alat peraga / media pembelajaran yang diperlukan.4. Menyusun lembar observasi sebagai panduan observer dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran yang difokuskan pada aspek motivasi, keaktifan dan kerjasama.5. Merancang tes formatif
b. Pelaksanaan
Langkah langkah pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I1. Kegiatan Awal ( 5 menit )a. Diawali dengan apersepsi guru memberi pertanyaan tentang dorongan dan tarikanb. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.2. Kegiatan inti (45 menit )a. Guru menjelaskan arti dari gaya.b. Guru menjelaskan macam-macam gaya.

c. Siswa melakukan perintah dari guru, dan siswa yang lain menjawab pertanyaan- pertanyaan.
1.
Apa nama-nama benda yang ada di kelasmu ?
2.
Coba bukalah pintu jendela !
3.
Didorong atau di tarikah membuka jendela tersebut ?
4.
Coba tutuplah pintu jendela itu !
5.
Di dorong atau di tarikah menutup pintu jendela tersebut ?d.Dengan bimbingan guru siswa mencari contoh-contoh benda yang bisa ditarik atau di dorong di sekitar lingkungan kita.e.Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok f.Guru mengajak siswa mendemonstrasikan tarikan atau dorongan.1. Guru membagi benda-benda ditiap kelompok, misalnya katapel, batu(kerikil), dusgrib, bola, plastisin,2. Guru bertanya:a.Mengapa alas sepatumu dibuat bergerigi? b.Apa yang terjadi bila batu ini kita luncurkan dengan ketapel?c.Mengapa bola ini kita lempar ke atas pasti jatuh ke bawah?d.Karena apa plastisin kita remas jadi penyok?e.Mengapa kipas angin di kelasmu bisa berputar?f.Mengapa dusgribmu selalu tertutup?g. Mengapa sepeda motor pak guru bisa berjalan?g. Guru mendemonstrasikan besar kecilnya gaya.- Guru menyiapkan kelereng, meteran!- Guru menyuruh 2 anak menyentil kelereng di lantai!- Ukurlah panjang sentilan kelereng 2 temanmu dengan meteran!- Bandingkan jarak sentilan setiap temanmu!h. Siswa mendiskusikan hasil pengamatan tentang tarikan atau dorongan.i. Siswa melaporkan hasil diskusi kelompok secara klasikal.j. Siswa menyimpulkan hasil diskusi dengan bimbingan guru.

3. Kegiatan Akhir (20 menit)1.Memberi tes akhir 2.Mengoreksi tes akhir 3.Menganalisa ters akhir 4.Memberi PR
c.
Pengamatan / Pengumpulan data ( Instrumen )
Terlaksananya penelitian ini berkat kerjasama antara peneliti, teman sejawat,supervisor, kepala sekolah dan rekan rekan guru serta murid kelas IV semester II SDNPlumbon 02 UPTD Pendidikan Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang tahun2010/2011.Proses pengumpulan data sebagai berikut :1.Proses berlangsungnya pembelajaran diamati oleh teman sejawat yang difokuskan pada pengunaan metode ceramah dan demonstrasi.2.Observer bertugas mencatat temuan pada saat pembelajaran.3.Dari pengamatan yang dilakukan oleh teman sejawat pada guru yang sedangmengajar atau memberikan pembelajaran ditemukan hal hal sebagai berikut :
a.
Guru sudah menyampaikan materi prasyarat sebelum kegiatan inti. b.Guru sudah mengunakan alat peraga dalam mengajar.
c.
Penggunaan model pembelajaran sudah baik tetapi kurang efektif.4.Temuan terhadap pengamatan siswa yaitu :a.Angota kelompok belum semuanya menyelesaikan tugas dari guru dengan baik. b.Sebagian siswa belum berani mengajukan pertanyaan.c.Dalam melaksanakan diskusi masih banyak siswa yang kurang aktif.Instrumen yang digunakan dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)adalah :a.RPP (Rencana Perbaikan Pembelajaran). b.LKS (Lembar Kerja Siswa).

c.Lembar tes formatif.d.Analisa hasil tes formatif.e.Lembar observasi guru dan siswa.
 d. Refleksi.
Pembelajaran siklus I yang dilakukan pada tanggal 18 Februari 2011 padamata pelajaran IPA dalam materi “ macam-macam gaya “ melalui demonstrasi makaantara peneliti dan teman sejawat melakukan diskusi pada tanggal 19 Februari2011 untuk merefleksi pembelajaran sebagai berikut:1. Metode yang digunakan yaitu ceramah bervariasi dan denomonstrasi kurang efektif sehingga tidak optimal hasil belajar siswa.2. Siswa kurang menguasahi materi secara maksimal dan masih menemui hambatan.3. Siswa dalam berdiskusi kurang aktif.4. Masih banyak kelompok yang belum mampu menyelesaikan tugas dengan baik.5. Guru kurang memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya.
2. Siklus II
Berdasar pada pelaksanaan pembelajaran siklus I maka disusun rencana pembelajaran siklus II berupa prosedur kerja, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan atau pengumpulan data atau instrument dan refleksi.
a. Perencanaan
1. Dalam mengidentifikasi masalah dan merumuskan masalah, peneliti dibantu olehteman sejawat dan supervisor untuik memperjelas dan mengungkap temuantentang permasalahan yang dihadapai oleh peneliti untuk mencari jalan pemecahannya.2. Merancang pembelajaran dengan mengunakan metode demonstrasi dengan model
CTL

(Contextual Teaching and

 Learning)
dengan mengunakan alat peraga yangsesuai.3. Mempersiapkan alat peraga dan media pembelajaran yang diperlukan.

4.Membuat lembar observasi untuk panduan observer dalam mengobservasi pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang difokuskan pada beberapa aspek.5. Menyusun tes akhir atau tes formatif.
b. Pelaksanaan
Langkah langkah pelaksanaan perbaikan pembelajaran :1. Kegiatan awal (5 menit).a. Di awali dengan apersepsi, guru memberi pertanyaan, misalnya :1. Apa yang di maksud gaya gesek ?2. Berilah contoh yang termasuk gaya gesek ?3. Apa yang dimaksud gaya pegas ?4. Beri contoh yang termasuk gaya pegas ? b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.2. Kegiatan inti ( 45 menit)a. Guru mengulas kembali menjelaskan macam-macam gaya. b. Guru memusatkan perhatian dengan memperlihatkan neraca pegas, batu, buku,penghapus.1.Bagaimana jika buku, batu, penghapus, ini kita gantung pada neraca pegas secara bergantian2. Apakah besarnya gayanya sama?c. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.d. Guru membagi beberapa benda kepada masing masing kelompok untuk dilakukan demonstrasi.e. Guru menjelaskan dan membagi LKS kepada masing masing kelompok.f. Siswa melaporkan hasil kerja kelompok.g. Dengan bimbingan guru, siswa mengambil kesimpulan .3. Kegiatan akhir (20 menit)a. Memberi tes akhir  b. Mengoreksi tes akhir c. Menganalisa tes akhir d. Memberi PR

c. Pengamatan
Penelitian ini dapat terlaksana atas kerjasama antara peneliti, temansejawat, Supervisor, Kepala Sekolah dan siswa kelas IV semester II di SD NegeriPlumbon 02, UPTD Pendidikan Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.Adapun proses pengumpulan data adalah :
1.
Teman sejawat mengamati proses berlangsungnya pembelajaran yangdifokuskan pada pengunaan metode demonstrasi model
CTL
( Contexual Teaching and Learning ).
2.Observer mencatat semua temuan pada saat proses pembelajaran
3.
Dari pengamatan teman sejawat, Guru yang mengajar atau memberikan pembelajaran, ditemukan hal hal sebagai :a. Sebelum memulai kegiatan inti guru sudah menyampaikan tujuan pembelajaran. b. Guru sudah mengunakan alat peraga yang sesuai.c. Model pembelajaran yang digunakan sudah sesuai.d. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
4.
Dari pengamatan terhadap siswa ditemukan hal hal sebagai berikut.:a. Semua kelompok sudah bisa menyelesaikan tugas dengan baik  b. Siswa berani mengajukan pertannyaan.c. Siswa aktif dalam melaksanakan demonstrasi secara kelompok d. Siswa berani melaporkan hasil demonstrasi.Adapun instrument yang digunakan dalam melaksanakan Penelitian TindakanKelas ( PTK ) ini adalah :1. Rencana perbaikan pembelajaran2. Lembar Kerja Siswa3. Lembar tes Formatif 4. Analisa nilai tes formatif 5. Lembar observasi guru dan murid.

d. Refleksi
Setelah melaksanakan pembelajaran siklus II pada mata pelajaran IPAdengan materi “macam-macam gaya” melalui demonstrasi pada Hari Jumat tanggal25 Februari 2011, Maka peneliti dan teman sejawat mengambil kesimpulan :
Secara umum pembelajaran sudah baik dan lancar, perbaikan pembelajaran pada siklus II sudah berhasil dengan baik sebab hasil belajar yang dicapai dari 23 siswa ada 22 siswa ( 95,65%)sudah memenuhi criteria keberhasilan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar